Wednesday, November 30, 2011

Iklan Era New Media


Gambar apakah itu? itu adalah gambar yang menunjukkan banyaknya pengguna new media, seperti internet, facebook, twitter, blog, dan handphone. 


Dari gambar diatas jelas terlihat masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan new media dibandingkan media konvensional seperti koran dan majalah.


Banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan new media langsung dimanfaatkan oleh pengiklan untuk memasarkan produk / jasa nya, alasannya adalah beriklan di new media akan jauh lebih efektif, karena saat ini masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan new media untuk memenuhi salah satu kebutuhannya (mencari informasi). 


Tidak hanya itu saja, alasan lain pengiklan beriklan di new media adalah :

  • Tarif nya murah
  • Lebih efektif, karena jaringan global
  • Teknologi new media mampu menampilkan semua jenis informasi

Itu adalah informasi yang saya dapatkan dari kuliah Kapita Selekta yang diberikan oleh Bapak Suwarjono dari VIVAnews, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. 

Industri Televisi

Industri televisi kian hari kian berkembang. Salah satu buktinya ialah perkembangan industri televisi berawal dari hanya ada 1 stasiun televisi nasional yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia) dan 3 stasiun televisi swasta yaitu RCTI, SCTV, dan Indosiar. 

Pada awal tumbuhnya industri televisi, totalnya hanya ada 4 stasiun televisi ( 1 nasional dan 3 swasta ) saja. Kini jumlah stasiun televisi yang kita temui tidak hanya 4 saja, melainkan banyak, ada sekitar 119 stasiun televisi, yang 105 diantaranya adalah stasiun televisi swasta yang sudah mendapat IPP (Izin Penyelenggaraan Penyiaran).

Bukti industri televisi kian berkembang tidak hanya dari bertambah banyaknya jumlah stasiun televisi saja, melainkan juga dapat dilihat dengan semakin beragamnya program / acara yang disajikan oleh masing-masing stasiun televisi tersebut. Ada beberapa dari stasiun televisi menyajikan jenis acara / program yang sama. Alasannya adalah mereka saling berlomba-lomba mendapatkan rating yang tinggi, karena banyak yang menyaksikan dan menyukai program yang disajikan.

Memang bagus persaingan yang dilakukan untuk menyajikan program yang sama, namun disayangkan terkadang stasiun televisi tersebut bersaing dengan tidak sehat.

Persaingan yang tidak sehat tersebut, membuat KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) memainkan peranannya, seperti :
  • Melakukan sosialisasi P3 / SPS
  • Monitoring real time seluruh siaran televisi
  • Memberi sanksi terhadap stasiun televisi yang melakukan pelanggaran
  • Melakukan survei khalayak atas program yang disajikan
Sumber : Bapak Dr. Iswandi Syahputra, MSi 

DPP (Digital Photography & Photoshop)

DPP yang saya maksud disini bukan Dewan Pimpinan Pusat yang berkaitan dengan kegiatan partai politik (parpol), DPP yang saya maksud adalah Digital Photography & Photoshop materi kuliah Kapita Selekta yang telah diberikan oleh Om Didiet Anindita seorang Fotografer.

Mengenai apa kuliah yang diberikan oleh Om Didiet Anindita dan apa yang saya dapat dari kuliah tersebut ?

Kuliah yang diberikan oleh Om Didiet Anindita tersebut berisikan hal yang berkaitan dengan kegiatan digital photography yang kian berkembang pesat dan photoshop.

Digital photography adalah kegiatan fotografi yang menggunakan media perekam digital. Digital Photography berbeda fotografi film yang menggunakan media film sebagai media penerima gambar.

Kegiatan digital photography tersebut menjadi semakin berkembang dan disukai karena adanya program edit foto yang bernama Photoshop.

Kenapa?

Karena hasil dari kegiatan digital photography bisa dibuat menjadi semakin bagus dengan menggunakan Photoshop.

Mengapa bisa terjadi?

Karena dengan menggunakan Photoshop, semuanya bisa diedit, mulai dari kecerahan foto, permainan warna dan pemberian efek-efek lain yang akan menambah hasil digital photography menjadi semakin bagus.

Sumber: Om Didiet Anindita

Kuliah Umum "United Nations for You"

Kuliah Kapita Selekta pada tanggal 26 Oktober 2011 tidak ada, tapi bukan benar-benar tidak ada, karena perkuliahan diganti dengan kuliah umum dari Mbak Mitra dan Mbak Elsa dari organisasi United Nations High Commissions of Refugee (UNHCR) yang memberikan materi tentang kegiatan kampanye United Nations for You (UN4U).

Kalian pasti bertanya-tanya apa itu UNHCR, UN4U, tujuan mereka memberikan kuliah umum tersebut apa ?
Sama seperti saya, sebelum saya mengikuti kuliah umum ini saya tidak tahu. Tapi setelah mengikuti kuliah umum nya, saya jadi tahu apa itu organisasi United Nations High Commissions of Refugee (UNHCR), United Nations for You (UN4U), dan apa tujuannya mereka memberikan kuliah umum tersebut di kelas Kapita Selekta Fikom Untar.

Ini dia info yang saya ketahui setelah megikuti kuliah umum dari Mbak Mitra dan Mbak Elsa.

United Nations High Commissions of Refugee (UNHCR) adalah bagian dari organisasi PBB yang telah didirikan sejak 14 Desember 1950, adapun yang menjadi tujuan organisasi UNHCR ini ialah memberikan perlindungan dan bantuan untuk para pengungsi dunia. 

Pengungsi disini bukan mereka yang menjadi korban banjir atau bencana alam lainnya, tetapi mereka yang berada diluar negara kewarganegaraannya  yang mengalami ketakutan, penganiayaan karena RAS, agama, kebangsaan, keanggotaan kelompok sosial tertentu dan tidak mendapat perlindungan dari negara tempatnya berada.

Itu info pertama yang saya dapatkan, info kedua yang saya dapatkan adalah mengenai kegiatan kampanye United Nations for You (UN4U).

United Nations for You (UN4U) adalah salah satu bentuk kampanye yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran pemuda mengenai kinerja PBB dan mengajak anak muda untuk bersedia menjadi duta PBB yang menjalankan visi misi kemanusiaan organisasi PBB. 

Terus info terkahir yang saya dapatkan adalah tujuan Mbak Mitra dan Mbak Elsa memberikan kuliah umum tersebut.

Tujuannya adalah agar saya dan teman-teman Fikom perduli dengan kegiatan kemanusiaan seperti yang dilakukan oleh PBB dan organisasi United Nations High Commissions of Refugee (UNHCR), serta bersedia dan siap untuk menjadi duta PBB jika diminta suatu saat nanti.

Sumber: Mbak Mitra dan Mbak Elsa