Thursday, December 8, 2011

Penelitian Bu Kartika

Tidak terasa kelas Kapita Selekta pada 07 Desember lalu merupakan kelas Kapita Selekta yang terakhir. Pada kelas Kapsel yang terakhir tersebut diisi oleh Bu Kartika salah satu dosen FIkom UNTAR. 


Bu Kartika memberikan materi perkuliahan mengenai kegiatan penelitian yang sedang dilakukannya. Adapun yang menjadi penelitian nya adalah meneliti bagaimana peran sosial media dalam komunikasi bencana. 
 
 
Dalam proses penelitiannya tersebut, Bu Kartika mengikuti akun twitter dari Jalin Merapi ( @jalinmerapi ). Tujuannya adalah agar dengan mudah mendapatkan data-data dan informasi pendukung kegiatan penelitian yang sedang dilakukannya. 


Alasan Bu Kartika memilih @jalinmerapi adalah karena @jalinmerapi merupakan salah satu organisasi masyarakat yang peduli dengan bencana merapi, dari sebelum sampai sesudah meletusnya merapi.


Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
-. Twitter sangat membantu saat ada bencana. Karena para follower dapat bertindak sebagai admin yang memberikan info tentang bencana tersebut.

-. Dapat memberikan berita tentang bencana di berbagai sudut pandang dan sesuai dengan keadaan yang ada.
 
 -. Twitter dapat membantu untuk mengumpulkan relawan yang mau membantu penanganan bencana tersebut.

Sekian yang dapat saya sampaikan dari hasil kuliah Kapita Selekta yang diberikan oleh Bu Kartika.

Monday, December 5, 2011

Iklan Politik yang Sia-Sia

Dalam mempromosikan suatu barang atau jasa, semua orang kerap menggunakan iklan. Hal demikian juga sama dilakukan oleh peserta Pemilu, mereka menggunakan iklan sebagai sarana untuk mempromosikan kandidat / partai politik kepada masyarakat agar tertarik untuk memilih kandidat / partai politik tersebut saat Pemilihan Umum berlangsung. 

Tujuan mereka beriklan tidak lain dan tidak bukan adalah agar mereka mendapatkan citra yang positif dan empati dari masyarakat, dan pada akhirnya masyarakat memilih kandidat / partai politik yang menjadi peserta dalam Pemilihan Umum.

Namun sayang, biaya mahal untuk beriklan yang sudah mereka lakukan malah sia-sia. Kenapa ? karena masih banyak saja mereka yang tidak tertarik dan terpengaruh dengan iklan yang ada  dan lebih memilih untuk tidak memilih atau melakukan golput (golongan putih) pada saat Pemilu.

Selain tidak tertarik, alasan mereka tidak memilih dalam Pemilu adalah:
-. iklan politik bukan referensi utama
-. iklan politik hanya dijadikan sebagai selingan yang menghibur

Sumber: Pak Dr. Eko Harry Susanto (Dekan FIkom UNTAR)