Dalam mempromosikan suatu barang atau jasa, semua orang kerap menggunakan iklan. Hal demikian juga sama dilakukan oleh peserta Pemilu, mereka menggunakan iklan sebagai sarana untuk mempromosikan kandidat / partai politik kepada masyarakat agar tertarik untuk memilih kandidat / partai politik tersebut saat Pemilihan Umum berlangsung.
Tujuan mereka beriklan tidak lain dan tidak bukan adalah agar mereka mendapatkan citra yang positif dan empati dari masyarakat, dan pada akhirnya masyarakat memilih kandidat / partai politik yang menjadi peserta dalam Pemilihan Umum.
Namun sayang, biaya mahal untuk beriklan yang sudah mereka lakukan malah sia-sia. Kenapa ? karena masih banyak saja mereka yang tidak tertarik dan terpengaruh dengan iklan yang ada dan lebih memilih untuk tidak memilih atau melakukan golput (golongan putih) pada saat Pemilu.
Selain tidak tertarik, alasan mereka tidak memilih dalam Pemilu adalah:
Namun sayang, biaya mahal untuk beriklan yang sudah mereka lakukan malah sia-sia. Kenapa ? karena masih banyak saja mereka yang tidak tertarik dan terpengaruh dengan iklan yang ada dan lebih memilih untuk tidak memilih atau melakukan golput (golongan putih) pada saat Pemilu.
Selain tidak tertarik, alasan mereka tidak memilih dalam Pemilu adalah:
-. iklan politik bukan referensi utama
-. iklan politik hanya dijadikan sebagai selingan yang menghibur
Sumber: Pak Dr. Eko Harry Susanto (Dekan FIkom UNTAR)
No comments:
Post a Comment